1. Permulaan
with papa konyol
1. Permulaan

PENELAAHAN ALKITAB

Benih dan Tanah
Lukas 8:4-8, 11-15

PENEMUAN

Setelah membaca perikop tadi, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut bersama-sama...

1. Perumpamaan tadi menerangkan bermacam-macam tanggapan seseorang terhadap firman Tuhan. Yesus menggunakan empat jenis tanah untuk menggambarkannya. Tuliskanlah keadaan masing-masing tanah tersebut di sebelah gambar tanah yang telah disediakan! Apa yang terjadi pada benih tersebut?


Tanah di jalan


Tanah berbatu


Tanah bersemak duri


Tanah yang baik

2. Jodohkanlah kalimat-kalimat di kedua kolom berikut...

Orang yang...
1. setia walau apa pun yang terjadi
2. frustasi karena dibingungkan oleh sesuatu atau orang lain
3. menyerah jika keadaan semakin sulit
4. tidak pernah bertumbuh

Seperti tanah...
a. di jalan
b. berbatu
c. bersemak duri
d. yang baik

3. Berikut ini diberikan contoh empat orang yang masing-masing mewakili keempat jenis tanah tadi. Tentukan, termasuk jenis manakah masing-masing orang tersebut!

Setyo selalu menjadi orang pertama yang bersedia melakukan pekerjaan apa pun, tetapi ia akan langsung keluar dari pekerjaan itu bila ada masalah. Ia membuat banyak janji, tetapi melanggarnya. Pendapatnya berubah-ubah agar bisa sesuai dengan kelompok yang sedang ia ikuti. Setyo seperti tanah ___________

Joy adalah seorang gadis yang dapat diberikan tanggung jawab untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Ia bekerja keras untuk sesuatu yang menurutnya penting. Walaupun keadaan menekannya, ia tetap mengerjakan pekerjaannya. Ia selalu memberikan yang terbaik. Joy seperti tanah __________

Chandra adalah pria yang ‘cool’. Ia membuat pesta jadi menyenangkan. Ia tidak pernah berdiam diri memikirkan sesuatu yang serius. Ia cepat merasa bosan dan merasa bahwa pekerjaan serius itu menyebalkan. Chandra seperti tanah __________

Susi sangat menikmati hidup. Ia ingin selalu berada di antara pria yang tampan, memakai baju bagus dan menjadi anggota klub popular. Jika keadaan tidak berpihak kepadanya, ia akan cemberut dan marah. Susi seperti tanah __________

 

KISAH HIDUPKU

Cobalah untuk mengingat saat pertama kali kamu berpikir tentang Allah dan firman-Nya. Lalu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut...

1. Siapa yang menaburkan benih kabar baik tentang Allah dalam hidupmu?

________________________________________

2. Pada awal kehidupan rohanimu, bagaimanakah responmu terhadap firman Tuhan? (pilih satu)

a. Seperti tanah di jalan, saya membuangnya dari pikiran.
b. Seperti tanah berbatu; saya pikir itu hebat, tetapi saya meninggalkannya ketika keadaan menjadi sulit.
c. Seperti tanah bersemak duri, saya ingin percaya tetapi saya tidak ingin meninggalkan hal-hal yang harus ditinggalkan.
d. Seperti tanah yang baik, saya sungguh senang dan tahu itu baik untuk saya.

3. Alasan saya berespon demikian:

a. Itu hal yang baru bagi saya.
b. Saya tidak mau ditertawakan teman-teman.
c. Saya menyukai kehidupan saya seperti apa adanya.
d. Saya tidak mau menanggapi hal-hal yang serius dulu.
e. Saya senang dengan yang Yesus tawarkan.
f. Saya masih terlalu muda untuk memikirkan hal itu.
g. Saya tidak yakin.
h. Lainnya: _______________

4. Tuliskan tanda (√) untuk menunjukkan jenis tanah mana yang dapat menggambarkan tanggapanmu terhadap firman Tuhan sekarang ini...

 Tanah di jalan  Tanah berbatu  Tanah bersemak duri  Tanah yang baik

5. Sebutkan dua hal yang mencegahmu menjadi tanah yang baik!

________________________________________

MELANGKAH LEBIH JAUH

Peristiwa dan proses

Allah mau setiap orang mengenal-Nya.

Pada awal penciptaan, kita sudah mengenal-Nya. Tetapi, sesuatu telah menyebabkan kita terpisah dari-Nya, sehingga manusia tidak dapat bersekutu dengan-Nya kembali.

Alkitab mengatakan bahwa awal keterpisahan manusia dari Allah adalah ketika manusia pertama dan isterinya dengan sengaja melanggar firman Allah. Sejak saat itu, kita mudah sekali menolak kuasa Tuhan dan tidak memberi tempat bagi-Nya dalam hidup kita.

Itulah sikap dan perbuatan yang disebut dalam Alkitab sebagai dosa.

Hubungan yang telah hilang itu hanya dapat diperbaiki jika Allah bersedia membawa manusia kembali kepada-Nya.

Yang menjadi kabar baik adalah Ia telah melakukan langkah awal bagi perwujudan keselamatan kita. Tetapi, keselamatan sendiri memerlukan peristiwa dan proses.

Mari kita pelajari lebih lanjut kedua prinsip tentang keselamatan tersebut...

1. Keselamatan adalah suatu peristiwa. Peristiwa adalah sesuatu yang terjadi sekali dan tidak akan terjadi lagi.

Tuliskanlah dua peristiwa yang baru-baru ini terjadi dalam hidupmu!

______________________________

Menurut ayat-ayat Alkitab berikut, peristiwa apa yang (a) Allah lakukan dan (b) kita lakukan untuk memulai hubungan antara kita dengan Allah?

Yohanes 3:16

a. ___________________
b. ___________________

Ibrani 9:28

a. ___________________
b. ___________________

 Roma 10:9

a. ___________________
b. ___________________

2. Keselamatan adalah suatu proses. Proses berarti keadaan yang berkelanjutan, bukan sesuatu yang langsung jadi.

Ceritakanlah pengalamanmu ketika kamu terlibat dalam suatu proses!

________________________________________

Bacalah surat rasul Paulus dalam Filipi 3:12-14!

Menurut ayat-ayat tersebut, apa pendapatmu tentang tujuan akhir Paulus?

________________________________________

Bagaimana ia mencapai tujuan akhir tersebut?

________________________________________

Apa arti perkataan itu bagimu? Apa yang dikatakan tentang hidupmu?

________________________________________

Kata-kata Paulus menunjukkan bahwa kita tidak akan pernah sempurna dalam kehidupan kita di dunia.

Bukan berarti bahwa kita tidak dapat menjadi orang Kristen, melainkan pertumbuhan dalam keselamatan harus menjadi suatu proses yang alami.

Keselamatan adalah suatu peristiwa yang terjadi ketika kita mengundang Kristus menjadi Juruselamat dan Tuhan kita. Keselamatan juga suatu proses yang membuat kita semakin bertumbuh menjadi dewasa.

Pada saat Yesus datang kembali untuk mengumpulkan pengikut-Nya, keselamatan kita akan menjadi sempurna.

 

APLIKASI PRIBADI

 

Pikirkanlah kembali saat ketika kamu mengundang Yesus masuk dalam hatimu...
Kapankah itu? Bagaimana kejadiannya?
________________________________________

Ucapkanlah syukur kepada Allah karena peristiwa itu terjadi dalam hidupmu.
Jika kamu belum pernah mengundang Yesus masuk, kamu dapat melakukannya sekarang.
Pikirkanlah sebentar bagaimana kamu bertumbuh sejak peristiwa ketika kamu meminta Yesus masuk dalam hatimu.
Bagaimanakah pertumbuhanmu?
________________________________________

Hal apa yang ingin kamu lakukan secara khusus untuk lebih bertumbuh?________________________________________

 

H1 Header 1

H2 Header 2

H3 Header 3

H4 Header 4

Body only
(c) Jody Rondonuwu